Betapa Berharganya Tandatangan Dosen


Belakangan ini mungkin saya di julukin orang yang sok sibuk dengan alasan “fokus skripsi”. Menghilang dari beberapa kegiatan rutin yang sering saya lakukan di alam bebas, hobi saya pun ikut kandas karena “skripsi”. Tidak tau juga kalo makan dan minum ikut kandas karena “skripsi” kayak apa jadinya :D

Mungkin kalian bertanya-tanya, Sebenarnya apa sih skripsi itu? Moster? Hewan langka? Atau alien?

Nah, menurut keterangan yang saya baca di KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ), skripsi di artikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagian dari persyaratan pendidikan  akademis. Bukan moster, alien bahkan setan loh..

Tapi buat sebagian besar mahasiswa skripsi itu seperti momok yang akan terus menghantui dan menjadi mimpi buruk bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi seperti saya ini.

Belum lagi kalo udah di tanya-tanyain sampai mana skripsinya? Kapan wisuda? Di mana-mana pasti pertanyaan itu muncul entah di kampus, rumah, kamar  mandi bahkan di tidurpun pertanyaan itu akan muncul dan membuat saya tidak tenang. Serasa pengen lari dari namanya “skripsi” kalo kayak gini.

Sebenarnya skripsi itu bukan sekedar tugas akhir loh sobat, kalo bagi saya skripsi itu momen yang sangat istimewa atau langka dalam hidup seorang mahasiswa. Di sinilah akan banyak cerita, yang dulunya saya kuliah cuman duduk dan absen, sekarang harus dipaksa untuk memeras otak.

Di sinilah serunya dan sensasinya bikin nagih. Skripsi itu momen spesial yang cuma sekali di alami dalam hidup seorang mahasiswa, toh kalo pun nantinya saya melanjutkan ke jenjang S2,dan S3 kan namanya bukan skripsi lagi, jadi tetep aja ini moment seumur hidup sekali.

Jadi kalo ada yang skripsi cuma bayar uang dan skripsi jadi itu sia-sia deh kamu jadi mahasiswa, tidak ada serunya. Jujur itu indah meskipun dalam skripsi banyak yang bilang jujur itu ajur!! 

Apalagi kalo udah nyusun laporan, udah sempurna dan semaksimal otak untuk merangkai kata dalam laporan tapi waktu asistensi ke dosen pembimbing dapet coret-coret dan banyak revisi itu dah *kayak keruntuhan kelapa muda saat kita berjemur di pantai. Gara-gara di persulit sama laporan, rasanya itu seperti *kita memetik buah durian dan sampai turun eh, buahnya busuk. Semua terasa sia-sia setelah perjuangan keras ternyata masih revisi juga.

Setelah kita revsi laporanya giliran mau mintak tandatangan sulitnya mintak ampun deh, kita rela menunggu berjam-jam demi sebuah tandatangan dosen pembimbing, Baru sekarang saya merasakan betapa berharganya tandatangan dosen, mungkin teman-temanpun yang sudah mengambil skripsi juga merasakan bagaimana pentingnya sebuah tandatangan dosen, tandatangan artis terkenal pun kalah, jangankan artis terkenal, mungkin prisiden pun tandatanga nya kalah sama dosen kalo sudah bicara soal laporan skripsi. :D

kuncinya cuma satu pantang menyerah untuk mendapatkan gelar sarjanah, apapun rintangan hadapi dan jangan pernah bosan untuk menemui dosen kalo perlu datang ke kampus pagi-pagi deh, dan tungguin di ruangan dosen untuk asistensi laporan maupun mintak tandatangan. :D 

Tapi skripsi itu merubah hidupku 180 drajat kebalik yang tadinya males ke perpus karena skripsi sekarang malah rajin keperpus untuk cari berbagai referensi *kepaksa, yang dulunya di rumah cuma beberapa hari tapi gara-gara skripsi rajin di rumah untuk mengerjakan skripsi *bosen, yang tadinya baca buku cuma kalo ada ujian saja tapi gara-gara skrpsi sekarang jadi rajin baca buku *tuntutan, yang tadinya ibadah klo inget gara-gara skripsi ibadah jadi khusuk *tobat

Mudah – mudahan dari perubahan positif ini memberikan dampak kehidupan yang lebih baik, dan cepet kelar skripsinya dan dinyatakan lulus seblum bulan juli 2013..

Menerut kalian skripsi itu apa????….. uangkapkan sendiri dengan kata hati kalian.

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Thanks For Your Comment Here